Header Ads

Traveling Kemerdekaan PKS Banten Ke Gunung Anak Krakatau

TRAVELING KEMERDEKAAN PKS BANTEN--Sejumlah kader termasuk Ketua DPW PKS Banten, Miptahudin saat berada di Gunung Anak Krakatau pada peringatan detik-detik Proklamasi, Kamis (17/8/2017).

Traveling Kemerdekaan PKS Banten ke Gunung Anak Krakatau [1]
Berangkat Dini Hari, Nginep di Markaz Dakwah 

Sejak Rabu (16/7/2017) sore sejumlah pengurus DPW PKS Banten sudah sibuk. Kali ini bukan dalam rangka pilkada atau pemilihan legislatif, namun persiapan untuk merayakan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 sekaligus traveling kemerdekaan. Seperti apa keseruannya, berikut rangkaian ceritanya. 


OLEH M.ILENI-KOTA SERANG


Sekira pukul 03.00 WIB kami meluncur ke Kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang. Sebelumnya tim Kepanduan PKS Banten berangkat lebih awal sekira pukul 22.00 WIB. Mereka sengaja berangkat lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatunya, terutama sarana dan prasarana pemberangkatan dari Carita ke Gunung Anak Krakatau.

Traveling Kemerdekaan PKS Banten ini sengaja kami lakukan di Gunung Anak Krakatau. Kami tahu, gunung ini memiliki sejarah yang melegenda dan mendunia maka kami punya tanggungjawab moral untuk mengingatkan betapa mengerikannya letusan gunung tersebut beberapa tahun silam.


Kedahsyatan letusan Gunung Krakatau tersebar hingga ke seluruh penjuru bumi. Suara dentumannya yang terdengar sampai Diego Garcia di Samudra Hindia, bahkan gelombang tsunami yang ditimbulkannya dilaporkan mencapai pesisir Afrika Selatan dan Selat Channel yang membelah Inggris dan Prancis.Kisah dahsyatnya letusan Gunung Krakatau ternyata pernah terjadi di tahun 416 Sebelum Masehi. 


Traveling Kemerdekaan PKS Banten kali ini diikuti Ketua DPW PKS Banten, Miptahudin, Muhammad Najib Hamas (calon Walikota Serang) yang juga anggota DPRD Propinsi Banten. Selain itu, rombongan juga terdapat puluhan kader PKS Banten.


Sesampai di Carita kami istirahat sejenak untuk menunggu Shalat Subuh. Perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari Markaz DPW PKS Banten. Malam itu kami membawa bendera merah putih karena salah satu tujuan kami adalah bisa mengibarkan sang saka merah putih di gunung itu.


Setelah menunggu sekian jam, kami pun melaksanakan Shalat Subuh berjamaah untuk selanjutnya mempersiapkan keberangkatan menuju ke Gunung Anak Krakatau. Udara dingin masih terasa, hempasan ombak terdengar begitu nyaring seperti menyambut kedatangan kami. 


Disaat matahari mulai menggeliat kami pun mulai berangkat mengarungi laut untuk menuju ke tujuan kami yaitu Gunung Anak Krakatau. Deburan ombak terdengar semakin nyaring ketika mulai naik ke both yang kami sewa. ***


BACA JUGA:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.