Header Ads

Kampung Ini Dijuluki Jepangnya Indonesia



WISATAKITA.CO.IN, TEGAL - Pada tahun 1940, Tegal memiliki beberapa industri pengecoran dan logam dan sampai sekarang masih bertahan. Itulah kenapa Tegal dijuluki Jepangnya Indonesia.

Kota yang terkenal dengan bahasa ngapak ini terdapat suatu perkampungan dimana mayoritas warganya berpenghasilan dari usaha pengerjaan logam.

Hebatnya lagi, pengerjaan logam di daerah "ngapak" ini hanya dikerjakan dengan alat dan mesin standar serta bahan baku rongsokan.

Jangan heran kalau kemudian Tegal menjadi incaran masyarakat sekitar untuk memburu produk logam.

Di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal adalah salah satu desa yang terkenal dengan julukan Kampung Logam. Di kampung ini hampir seluruh warganya berprofesi sebagai ahli logam.

Menurut warga setempat, keahlian mengelola logam didapatnya secara turun-temurun sejak zaman Kolonial Belanda.

Di tempat ini mereka mengeolah logam menjadi berbagai produk, seperti wajan, dangdang, tempat pembuatan dodol dan aneka produk berbahan logam lainnya.

Industri peleburan dan perajin logam ini tersebar di sejumlah desa, diantaranya Desa Tembok Luwung, Kalimati, Adiwerna, Pesarean. Sementara di Kecamatan Talang, tersebar di Desa Pesayangan, Talang, dan Kebasen.

Diserbu Industri Modern
Di era modern seperti sekarang ini dengan perdagangan bebasnya, industri logam rumahan di Tegal mulai terancam. Bahkan sempat terpuruk karena dihantam perekonomian global.

Pemerintah daerah kini sedang berupaya menghidupkan sumber ekonomi warga setempat. Menurut Ketua Kelompok Usaha Bersama Logam Tegal, Sukamto (50) seperti dilansir Liputan6, mengakui, terpuruknya industri logam di Tegal akibat kurang bergairahnya perekonomian global.

Selain itu, banyak beredarnya hasil-hasil industri dari luar negeri yang membanjiri pasar domestik membuat produk lokal pun tak mampu bersaing juga jadi faktor lain.

"Bukannya tidak mampu bersaing karena teknologi hasil produksi logamnya, tapi industri lokal di sini tidak mampu mengikuti harga hasil industri dari luar negeri.

Ya meskipun kualitas bahan di sini lebih bagus, tapi kalau barang dari luar itu harganya lebih murah dari pada harga lokal," ucap Sukamto belum lama ini. [DBS/KNT]



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.