Header Ads

Ini Kata Orang Kanada Saat Berkunjung ke Banten


TURIS KANADA KE BANTEN- Paul Hamel saat menjadi narasumber pada acara Peningkatan Jejaring Wisata Banten di Hotel Aston, Kawasan Wisata Pantai Anyer, Rabu (23/8/2017). 

BANTENPERSPEKTIF.COM, KAB, SERANG--BANTENPERSPEKTIF.COM, SERANG --Promosi wisata di era teknologi informasi sesunguhnya sangatlah mudah, karena terbantu dengan adanya sosial media. Hanya saja butuh kreativitas dari para pelaku pariwisata yang terlibat.

Demikian dikatakan Paul Hamel, pengusaha asal Kanada saat menjadi narasumber pada acara Peningkatan Jejaring Wisata di Aston Hotel, Kawasan Pantai Anyer, Rabu (23/8/2017). Menurut pengusaha printing ini, dirinya telah berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia termasuk saat ini berkunjung di Banten.

"Banten luar biasa, tinggal promosi dari kita semua. Dan saya selalu katakan kepada teman-teman saya di Kanada bahwa Indonesia luar biasa. Soal ada isu kerusuhan dan itu terlalu dibesar-besarkan karena nyatanya saya dan keluarga aman," kata Paul. 

Dikatakan Paul, ada beberapa hal yang disukai wisatawan asing terkait objek wisata, yaitu wisata itu mengandung budaya dan sejarah. "Apa yang selalu ingat dan katakan para wisatawan asing setiap kunjungan ke Indonesia, tak lain adalah budaya dan sejarahanya," kata Paul. Meski banyak memiliki potensi, namun ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian para pelaku usaha wisata, yaitu kenyamanan, kebersihan dan kecepatan dalam pelayanan.

"Kami para wisatawan asing tidak nyaman dengan pelayanan yang lama, misal pelayanan di hotel atau restoran. Selain itu juga infrastruktur menjadi hal yang tidak boleh diabaikan untuk membuat kenyamanan para wisatawan asing," kata Paul. 

Paul sendiri adalah seorang pengusaha asal Kanada. Ia mengaku sudah 17 tahun di Indonesia dan hanya untuk bersenang-senang menjelajahi wisata Indonesia. Ia sudah berkunjung ke Jambi, Jogja, Bandung, Jakarta termasuk Banten dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Paul juga menyampaikan bahwa pelaku wisata di Banten harus membidik turis asing yang mau menghabiskan duit di Indonesia. Sebab ada juga turis asing yang ngirit. "Cirinya mereka datang sendiri dan hanya membawa tans rangsel. Yang harus dibidik adalah turis yang datang dengan keluarga dan para pengusaha, mereka pasti banyak duit dan mau menghabiskan duit di Indonesia," katanya.

Acara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata ini diikuti sejumlah pegiat wisata, seperti Asosiasi Pramuwisata Indonesia Banten, pengusaha traveling, dinas pariwisata kabupaten dan kota Se-Banten, pengelola Tanjung Lesung, penjaga pantai, media.  Rencananya acara akan berlangsung hingga Jumat (25/7/2017). 

Sumber | Liputan
Editor | Karnoto



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.