Header Ads

Geliat Wisata Halal Semakin Masif

Wisatawan Indonesia saat memanfaatkan produk Wisata Halal dari Ceria Travel. DOK.CERIATRAVEL

Ada pergeseran trend pasar pada sektor jasa tour and travel. Pergeseran itu membawa konsukensi terbukanya pasar baru pada sektor jasa ini, yaitu Wisata Halal.
~ Karnoto ~

Apa yang disampaikan Yuswohady, penulis buku Marketing To The Middle Class Muslim beberapa tahun silam ternyata mulai tampak. Saat peluncuran bukunya di PPM,Menteng, Jakarta Pusat ketika itu  kebetulan saya hadir dan sempat bincang-bincang dengan Yuswohady perihal perilaku customer muslim. Intinya Yuswohady menyampaikan bahwa pasar muslim Indonesia sangat potensial dan para pebisnis harus mampu memahami pergeseran perilaku customer muslim, terutam kelas menangahnya.

Dan belakangan ini pasar baru untuk segmentasi pasar muslim pun mulai menggeliat pada sektor jasa travel. Di tengah stigma buruk bisnis travel haji dan umroh, para pengelola bisnis ini mulai membuat diferensiasi produknya ke pasar terbuka yaitu menyelenggarakan Wisata Halal.

Sebetulnya ide dasar wisata halal sudah muncul lama, hanya saja ketika itu tidak ada yang melakukan avitivity branding produk yang masih sehingga belum begitu menarik customer muslim. Dan secara umum sebetulnya Wisata Halal dengan wisata pada umumnyya sama, hanya yang membedakan pendekatan komunikasi pemasaran dan create produknya sehingga meyakinkan.

Jika wisata sebelumnya para pengguna jasa wisata tidak diberikan knowladge secara khsusu dan fokus perihal kehalalan. Nah, pada produk Wisata Halal ini mereka memberikan penekanan khusus sehingga customer merasa yakin. Misal, sebelumnya para wisatawan muslim hanya diberi tahu bahwa mereka akan makan di restoran halal di sebuah negara yang muslinya minoritas.

Namun mereka tidak diberikan kesempatan bagaimana cara menyembelih hewan, memasak dan racikan bumbunya. Pada Wisata Halal ini kehalalannya menjadi value yang ditawarkan kepada customer. Konon sudah ada 500 perusahaan travel yang mulai bergerak menyelenggarakan Wisata Halal.

Dan uniknya mereka yang sebelumnya core businessnya adalah travel haji dan umroh. Wisata Halal justru menjadi incaran di negara-negara yang muslimnya minoritas, seperti Jepang, Korea, Australia dan lainnya. Memang ada negara yang mayoritas muslim juga sedang trend dikunjungi yaitu Turki.

Untuk di Banten sendiri sejauh pengamatan saya, produk Wisata Halal belum begitu masif dipasarkan. Padahal kalau saya melihat pasar middle class muslim di Banten cukup potensial digarap. Sejuah ini para jasa travel haji dan umroh masih menikmati kompetisi di area penyelenggaran umroh dan haji.

Indonesia Jadi Pasar Potensial
Kementerian Pariwisata RI sendiri sebetulnya memberikan support untuk Wisata Halal. Hanya saja sampai saat ini masih terkendala dengan data objek yang bisa jadikan brandmarch untuk Wisata Halal.

Menurut Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan, pihaknya kini sedang membangun aplikasi digital yang berisi soal informasi akomodasi wisata halal yang tersedia di Indonesia. Aplikasi tersebut saat ini masih belum siap karena terkendala beberapa hal.

“Masih dalam pengembangan, sangat konvensional sekarang. Nanti, aplikasi itu akan berisi data-data mengenai akomodasi dengan sertifikat halal atau muslim friendly, ada letak masjid, penunjuk kiblat, dan waktu sholat bagi wisatawan muslim yang berwisata di Indonesia,” ujar Riyanto baru-baru ini.

Ia menjelaskan hingga saat ini, pihaknya masih terkendala mengenai data-data akomodasi wisata halal di Indonesia, baik yang bersertifikasi halal maupun muslim friendly. Riyanto memperkirakan jumlah hotel yang mengantongi sertifikat halal sangat terbatas. Sebaliknya, hotel yang sudah mengarah ke muslim friendly jumlahnya mencapai 300 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF), Priyadi Abadi mengungkapkan pasar wisata halal di Indonesia memang belum dipandang potensial di kalangan pelaku wisata.

Penulis | Karnoto
Konsultan  Brand 


BACA JUGA:

close

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.