Header Ads

Curug Luhur, Panggang Bebek plus Liwet Haneut


Sepertinya ini adalah trip paket lengkap yang pernah kami rasakan, bagaimana tidak Lebak Adventure Club (LAC) dikawal langsung oleh Carik Uus Rusdiana Desa Kandang Sapi Kecamatan Cijaku bersama rombongan.


Ditambah perjalanan luar biasa menyusuri lereng dan tanjakan alami 3 (tiga) Curug, ya tiga Curug sekaligus, menuju kampung Ciburuluk kami memulai perjalanan yang luar biasa ini, gerimis, menurut Carik, sudah beberapa hari ini kerap turun hujan, dalam hati saya bergumam, semakin menantang saja.


Memasuki kampung, kami sudah disuguhi pemandangan luar biasa, hamparan hijau persawahan yang luas, indah, Subhanallah, sejauh mata memandang, dengan beberapa saung ranggon, semakin ingin berlama kami memandang, ditambah pemandangan horizon laut lepas pantai Binuangeun dikejauhan, semakin bergetar hati ini menyaksikan kebesaran-Mu.


Kami memarkirkan kendaraan roda empat kami di halaman salah satu rumah warga, sambil menyiapkan perlengkapan yang akan kami bawa, tiba-tiba salah satu rombongan Carik menenteng 2 (dua) ekor bebek kosta yang cukup besar, ini buat menu makan siang kita, kami berseru gembira, padahal kami sudah menyiapkan timbel dan ikan asin menu utama kami jika sedang melakukan trip ke Curug, sekarang tampaknya akan semakin dahsyat, haha.


Dengan dipandu Carik, kami menyusuri jalan setapak, jalanan cukup becek, jalan tanah berlumpur. Berliku menyusuri kebun, ruyuk awi, cukup banyak terdapat pohon bambu di daerah sini, di kiri kanan kami, saat jalan menurun, becek dan licin, agak payah kami berpegangan jika berhadapan dengan rumpun bambu, nyabak merangna bisa arateul. hihi


Jalan menuju Curug pertama cukup Es Krim (ekstrim tapi enak), menantang jurang dan licin, ngeteyep kaki melangkah. Suara gemuruh deras air sudah terdengar, bergemuruh, membuat kami semakin berdebar, benar saja Curug CiGede telah terbentang dengan gulungan air deras, tercurah bergolak, maklum saja beberapa hari ini selalu hujan. Kami loncati batu-batu besar, turun ke air coklatnya, dingin dan deras.


Agak lama kami menikmati gemuruh, air yang bergolak deras, berfoto. Di sini merupakan pertemuan dua Sungai, Cigede dan Cipataap, iya, disebelah kanan Curug CiGede sudah terpampang Curug kedua Curug Cipataap, sama derasnya, sama bergemuruhnya, lebih tinggi dari Curug CiGede, malapay milipir Sungai, bahkan melintas sungai kami menyabrang lebih dekat menuju Curug Cipataap, lagi-lagi es krim, haha. Kami harus nanjak agak bersusah payah, karena Kami akan ke hulu bagian atas Curug. 


Kaki terasa dingin, masuk kedalam air sungai, sejuk, memberikan efek luar biasa. Ah, benar-benar trek menantang. Kami kembali menyusuri belukar, pohon-pohon tinggi, berpegangan ke sela-sela akar, memeluk pohon agar tidak terjatuh. mirip film India saja....


Treknya sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya saja turunan dan tanjakannya benar-benar memberikan sensasi luar biasa. Dilereng bukit, kami menyaksikan kembali Curug ketiga, lebih tinggi lagi, lebih indah. Curug Luhur Sindang Patih, sayang terhalang rumpun bambu yang lebat. Kami putuskan untuk mendekat.

Kembali, kami menyebrang sungai, air saat itu cukup deras. Satu persatu kami menyebrang. Kembali naik keatas batu, turun hati-hati. 

Tak percuma, lelah benar-benar terbayar. Saya tidak bisa banyak bercerita terkait Curug ketiga ini, tebing tinggi, air sawer dari atas menambah indah suasana, Air Terjun yang turun deras dari ketinggian, serakan batu dan ceruk tebing yang indah. Semoga foto-foto yang diambil oleh kami, semakin menambah daya tarik untuk datang kemari, tak terkatakan. Datang sendiri ya, gak akan menyesal.


Trip ini kami tutup dengan istirahat di saung warga di atas Curug, wah, panggang bebek, nasi liwet, sudah tercium menggoda. tak perlu banyak instruksi, kami langsung menyerbu hidangan luar biasa tersebut. Dilanjutkan, kami bercengkrama, sambil menikmati kopi hideung.


Saya pikir urusan Curug dicukupkan sampai tiga curug, ternyata masih terdapat satu curug tersisa, masih ada curug lain kata carik uus, curug Gudawang, ah semakin asyik aja. Tapi lain waktu saja kami coba treknya, bisa jadi kami nanti sambil menginap, menyaksikan lampu nelayan dimalam hari dibagang di laut Binuangeun lebih menarik lagi ujarnya.


Cukup banyak obrolan kami dengan Carik dan para pemuda yang menyertai kami, harapan, asa, mimpi agar potensi alam Desa Kandang Sapi dapat dimaksimalkan, semoga ke depan potensi ini dapat bermanfaat untuk kesejahteraan warga Desa ini. Cukup banyak rencana yang kami susun, semoga suatu saat nanti terwujud. Wallahu'alam bishawab


PENULIS |  DIAN WAHYUDI
FOTO | DOC. PRIBADI

EDITOR | KARNOTO




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.